Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
Daftar Akar Kata Pada AlQuran
Dipersembahkan oleh para sukarelawan yang hanya mencari kecintaan Allah semata

An-Nisa

dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ayat 41

Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu).

Irab Surat AnNisa ayat 41





coba uraikan irab dari ayat 4:41

Tentu, saya akan menguraikan secara rinci (i'rāb) dari Surah An-Nisa ayat 41. Ayat ini membahas tentang Hari Kiamat, ketika Allah akan mendatangkan Nabi Muhammad sebagai saksi atas umatnya dan atas umat-umat sebelumnya.

📜 Teks Ayat (An-Nisa: 41)

فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِن كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَىٰ هَٰؤُلَاءِ شَهِيدًا


I. Bagian Pertama: Pertanyaan Retoris dan Penetapan Saksi

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

فَكَيْفَ (Fa kayfa)

Fā' (Istināf) dan Kayfa (Ism Istifhām)

Khabar Muqaddam (Predikat yang didahulukan) pada posisi naṣb. Asal kalimatnya: Fa kayfa yakūnu al-ḥālu (Maka bagaimana keadaannya?).

إِذَا (Iḏā)

Ẓarf Zamān (Keterangan Waktu)

Manṣūb (dalam posisi naṣb). Terkait dengan Jawāb Syarṭ yang dihilangkan (kanū atau ra'aw).

جِئْنَا (Ji'nā)

Fi'l Māḍī (Kata Kerja Lampau)

Mabnī 'alā sukūn. (نا) adalah Fā'il (Subjek - Allah). Kalimat ini adalah Muḍāf Ilaih untuk Iḏā.

مِن كُلِّ أُمَّةٍ (Min kulli ummatin)

Jārr wa Majrūr

Muta'alliq (terkait) dengan Ji'nā.

بِشَهِيدٍ (Bi šahīdin)

Jārr wa Majrūr

Muta'alliq dengan Ji'nā (Kata kerja Jā'a di sini maknanya Aḥḍara - mendatangkan).




II. Bagian Kedua: Kesaksian Nabi Muhammad

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

وَجِئْنَا (Wa ji'nā)

Wāw ('Aṭf) dan Fi'l Māḍī

Di-'aṭaf-kan kepada Ji'nā sebelumnya.

بِكَ (Bika)

Jārr wa Majrūr

Muta'alliq dengan Ji'nā (Bā' untuk Ta'diyah - menjadikan transitif).

عَلَىٰ هَٰؤُلَاءِ ('Alā hā'ulā'i)

Jārr wa Majrūr

Muta'alliq dengan شَهِيدًا. Hā'ulā'i adalah Majrūr dengan kasrah muqaddarah. Menunjuk kepada "umat-umat" sebelumnya.

شَهِيدًا (Šahīdan)

Ḥāl (Keadaan)

Manṣūb (berharakat fatḥah). Menjelaskan keadaan Nabi Muhammad saat didatangkan (sebagai saksi).


🔑 Poin Utama I'rāb Ayat

  1. Gaya Bahasa Istifhām Ta'aẓẓumī: Ayat ini dibuka dengan pertanyaan retoris فَكَيْفَ (Maka bagaimana?). Pertanyaan ini bukan untuk meminta jawaban, melainkan untuk mengagungkan (Ta'aẓẓum) atau menakut-nakuti (Tahwīl) tentang dahsyatnya keadaan Hari Kiamat. Jawaban yang dihilangkan (Khabar dari Kayfa) adalah "sangat sulit" atau "sangat besar keadaannya."

  2. Iḏā sebagai Ẓarf Zamān: Kata إِذَا (ketika) adalah keterangan waktu yang terikat dengan sebuah Jawāb Syarṭ yang diperkirakan ada. Maknanya: "Ketika Kami datangkan setiap umat dengan saksi, (maka terbayanglah betapa dahsyatnya keadaan itu)."

  3. Ḥāl (Keadaan) Šahīdan: Kata شَهِيدًا (sebagai saksi) adalah Ḥāl (keterangan keadaan) bagi Kāf (anda/Nabi Muhammad ) pada frasa بِكَ. Ini menekankan peran Nabi Muhammad yang spesifik di Hari Kiamat, yaitu sebagai saksi tertinggi atas umat-umat sebelumnya dan atas umatnya sendiri.

  4. Kata Kerja Jā'a (جِئْنَا): Dalam konteks ini, kata kerja Jā'a (datang) dengan Bā' (Jā'a bi...) bermakna Aḥḍara (mendatangkan/menghadirkan). Allah mendatangkan saksi dari setiap umat, dan mendatangkan Nabi Muhammad sebagai saksi atas mereka semua.

Ayat ini merupakan peringatan serius tentang pertanggungjawaban di Hari Kiamat, di mana para nabi, termasuk Nabi Muhammad , akan menjadi saksi atas amal perbuatan umat mereka.